Warga Baduy Kutuk Pelaku Pembuat Madu Palsu

- 22 November 2020, 15:46 WIB
MADU palsu berlabel madu asli Baduy dikumpulkan dan langsung dimusnahkan oleh lembaga adat Baduy, Minggu 22 November 2020. /REFERENSI BERITA/RUKMAN NURHALIM MAMORA

REFERENSI BERITA - Pemerintah Desa Kanekes bersama lembaga adat Baduy, Minggu 22 November 2020 menggelar musyawarah adat terkait dengan kasus produksi dan transaksi madu palsu yang berlabel madu asli Baduy.

Kepala Desa Kanekes, Saija mengungkapkan sedikitnya ada lima poin yang dihasilkan dari musyawarah tersebut. Pertama, lembaga adat Baduy menyesalkan adanya praktek pembuatan madu palsu yang peredarannya mengatasnamakan Baduy.

“Sebab hal itu bertentangan dengan prinsip hidup masyarakat adat Baduy, yakni “Lojor Teu Meunang Dipotong, Pondok Teu Meunang Disambung.” Perdagangan madu palsu itu jelas telah merusak kehormatan warga adat Baduy yang memegang teguh kejujuran,” papar Saija.

Baca Juga: Santri pun bisa jadi Presiden, Gus Dur adalah Contohnya

Yang kedua sambung Saija, seluruh masyarakat adat Baduy mengutuk para pihak yang memproduksi madu palsu itu dan otak dibalik kejahatan itu sudah mencoreng nama baik masyarakat adat Baduy.

“Yang ketiga, pada peristiwa ini nama baik masyarakat adat Baduy merasa dimanfaatkan untuk kepentingan materi sekelompok orang,” ujarnya.

Keempat, lanjutnya Pemerinta Desa Kanekes menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Sebab persoalan ini tanpa sepengetahuan Pemerintah Desa Kanekes dan lembaga adat Baduy.

Baca Juga: Ini Besaran UMK Provinsi Banten Tahun 2021

“Karenanya kami mengimbau masyarakat umum untuk lebih teliiti sebelum membeli dan mengkonsumsi madu,” terangnya.

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X