Rocky Gerung: Inisiatif Pangdam Jaya Turunkan Baliho Berlebihan

- 21 November 2020, 15:54 WIB
ROCKY Gerung /Hasil tangkap layar kanal Youtube Rocky Gerung Official /Pikiran Rakyat/

REFERENSI BERITA - Tindakan Pangdam Jaya yang memerintahkan penurunan paksa baliho bergambar pimpinan Frot Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq dinilai berlebihan.  

Pengamat Politik Rocky Gerung turut memberi tanggapan terkait aksi penurunan paksa baliho bergambar Pemimpin FPI Habib Rizieq Shihab oleh anggota TNI.

"Menurut saya itu satu inisiatif yang berlebihan dari Pangdam. Memang Pangdam mungkin merasa terganggu dengan ucapan-ucapan atau peristiwa yang terjadi di Petamburan, tetapi itu peristiwa politik," kata Rocky Gerung, yang dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari tayangan kanal YouTube Rocky Gerung Official, Sabtu 21 November 2020.

Baca Juga: Waspadalah! Dalam Sepekan ke Depan ada Potensi Cuaca Ektrem

Rocky menjelaskan bahwa sejak reformasi, TNI tidak diperbolehkan lagi masuk ke ranah politik.

"Dan sejak reformasi, TNI sudah berucap janji pada pemerintahan sipil, dan tidak boleh masuk ke dalam wilayah yang sifatnya politis," ujar Rocky Gerung.

Menurutnya, hal itulah yang membuat saat ini banyak masyarakat sipil, terutama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengingatkan kembali bahwa kalau ada kejadian TNI masuk dalam politik, itu artinya Indonesia mundur 22 tahun.

Baca Juga: Fahri Hamzah: TNI Harus Menghormati Hukum Negara, Bukan Hukum Rimba

"Jadi saya menganggap apapun alasannya, itu seharusnya TNI bisa diperbantukan untuk menurunkan baliho-baliho itu, kalau Satpol PP gak bisa manjat dan gak punya cara untuk menurunkan," kata Rocky Gerung.

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X