Ridwan Saidi: Habib Rizieq Datang, Tampilan Pemerintah Indonesia Penuh Ketegangan

- 20 November 2020, 11:29 WIB
BUDAYAWAN Ridwan Saidi (kiri) saat berbincang dengan Ketua Bidang Pengelolaan Opini Publik Partai Gerindra Vasco Ruseimy (kanan) tentang keadaan politik di Indonesia usai kepulangan Habib Rizieq Shihab /Tangkapan Layar YouTube Macan Idealis/

REFERENSI BERITA – Perbincangan antara Budayawan Betawi, Ridwan Saidi dengan Ketua Bidang Pengelolaan Opini Publik Partai Gerindra, Vasco Ruseimy tampak hangat.

Keduanya membahas tentang sejumlah fenomena yang terjadi saat ini, terutama usai kepulangan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

Sebelumnya, budayawan yang akrab disapa Babe Saidi itu pernah memprediksi bahwa kepulangan Habib Rizieq akan dijemput oleh jutaan orang, dan itu terbukti kebenarannya.

Baca Juga: Rekan Indonesia Puji Kebijakan Anies Baswedan Atasi Pandemi Covid

Lantas, Vasco Ruseimy pun menanyakan tentang perkiraan kondisi politik yang akan terjadi di Indonesia setelah adanya Habib Rizieq.

"Kira-kira menurut Babe, kondisi politik di Indonesia, apa sih yang akan tejadi setelah kedatangan Habib Rizieq ke Indonesia? Kok kayaknya ada orang-orang yang agak panik, takut, parno, atau salah tingkah. Memang seberapa berbahayakah Habib Rizieq?," tanya Vasco Ruseimy kepada Babe Saidi, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari tayangan kanal YouTube Macan Idealis, Jumat 20 November 2020.

Menurut Babe Saidi, apa pun yang banyak orang lain katakan, masyarakat tidak bisa memungkiri bahwa Habib Rizieq memang seorang ulama besar, yang langkah-langkahnya ditunggu oleh banyak orang.

Baca Juga: Buku Memoar PAA Achmad Djajadiningrat Diserahkan ke Pemprov Banten

"Apa pun yang kita katakan, Habib Rizieq itu besar. Jadi sebagai pendapat saja, yang kecil-kecil, yang gak prinsip, gak usah dilayani lagi lah ya, menghabiskan waktu. Konsentrasi kepada hal-hal yang besar, sebab Habib Rizieq ini ditunggu banyak orang langkahnya apa," kata Babe Saidi.

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X