Penumpang Kereta tak lagi Wajibkan Rapid Test, tapi hanya untuk Tujuan ini

- 21 November 2020, 21:48 WIB
PT KAI (Persero) mengumumkan wilayah kawasan aglomerasi tidak mewajibkan penumpangnya menunjukkan surat rapid test. /Instagram/@keretaapikita/

REFERENSI BERITA - Pandemi Covid-19 sempat melumpuhkan semua sarana transportasi, darat, laut dan udara, termasuk kereta api.

Namun saat memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, PT Kereta Api Indonesia (KAI) diizinkan beroperasi kembali, dengan memberlakukan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat sesuai anjuran dari pemerintah.

Salah satu yang harus dipenuhi oleh penumpang KA yang akan melakukan perjalanan jarak jauh dan lokal, diwajibkan menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari, atau surat keterangan uji rapid test dengan hasil nonreaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan.

Baca Juga: Soal TNI Tertibkan Baliho, Memang Negara harus Hadir

Syarat lainnya adalah menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas tes PCR dan/atau rapid test.

Akan tetapi, baru-baru ini PT KAI mengumumkan, melalui akun Twitternya @KAI121, bahwa ada beberapa daftar Kereta Api (KA) yang tidak mewajibkan untuk penumpangnya membawa hasil tes rapid.

Dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com, sesuai Surat Edaran (SE) Nomor: 9 Tahun 2020 Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 untuk perjalanan orang komuter dan perjalanan orang dalam wilayah atau kawasan aglomerasi.

Baca Juga: Ribuan Dokter Mitra BPJS Kesehatan bisa jadi SDM Vaksinasi Covid-19

Kawasan aglomerasi adalah satu kesatuan wilayah yang terdiri dari beberapa pusat kota dan kabupaten yang saling terhubung.

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X